Notification

×

Iklan

Iklan

Arus Mudik Lebaran 2025: WFA Efektif Urai Kepadatan di Pelabuhan Merak

Rabu, 26 Maret 2025 | Maret 26, 2025 WIB Last Updated 2025-03-26T10:48:10Z
Kilas Java, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dan Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono melakukan pemantauan arus mudik Idulfitri 2025 di Pelabuhan Merak pada Minggu, 23 Maret 2025. 

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan layanan pelabuhan penyeberangan bagi pemudik Lebaran tahun ini. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo turut mendampingi dalam kegiatan tersebut.  

Sebelumnya, Menteri Perhubungan juga memantau arus lalu lintas di ruas jalan tol Cikupa menuju Merak. 

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti peran kebijakan work from anywhere (WFA) dalam mengurai kepadatan pemudik. 

Menurutnya, penerapan WFA memungkinkan pemudik untuk lebih fleksibel dalam mengatur jadwal perjalanan, sehingga tidak terjadi penumpukan pada hari-hari tertentu.  

Selama kunjungan di Pelabuhan Merak, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menjelaskan strategi pengelolaan arus mudik dan balik. 

Salah satu langkah yang diterapkan adalah pembagian golongan penyeberangan di beberapa pelabuhan. 

Mobil, bus, dan pejalan kaki tetap melalui Pelabuhan Merak, sementara truk golongan 7, 8, dan 9 dialihkan ke Pelabuhan BBJ Serang. Sedangkan kendaraan roda dua serta truk golongan 4, 5, dan 6 diarahkan ke Pelabuhan Ciwandan, Cilegon.  

Selain itu, mulai 23 Maret 2025, ASDP tidak lagi membagi penumpang menjadi kelas eksekutif dan reguler di dalam kapal feri. Langkah ini diambil untuk memperlancar distribusi penumpang selama perjalanan. 

Biasanya, penumpang kelas eksekutif masuk melalui pintu depan, yang justru menimbulkan antrean panjang dan menghambat penumpang lain. Dengan sistem tiket yang seragam, diharapkan distribusi penumpang di dalam kapal menjadi lebih merata.  

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan perkembangan Operasi Ketupat 2025 yang resmi berlangsung dari 23 Maret hingga 8 April 2025. 

Operasi ini mencakup pengamanan pelabuhan penyeberangan dan jalur menuju pelabuhan di berbagai wilayah, termasuk Jawa, Lampung, dan Bali.  

Berdasarkan pemantauan, volume kendaraan yang menuju Pelabuhan Merak meningkat secara signifikan. Pada H-10, terjadi kenaikan sebesar 14,7 persen, sementara pada H-9 kenaikannya mencapai 82 persen. 

Peningkatan ini menunjukkan bahwa kebijakan WFA berkontribusi dalam penyebaran arus mudik secara lebih merata. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3, dan pihak kepolisian akan mengevaluasi kondisi lalu lintas untuk menentukan penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way atau contra flow.  

Untuk mengatasi lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Merak, Korlantas Polri telah menyiapkan skema delay system. Jika antrean kendaraan mulai padat di KM 68, maka kendaraan akan ditahan sementara. Jika kepadatan masih terjadi, delay system akan diperpanjang hingga KM 43 atau bahkan KM 13.  

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono mengingatkan pemudik untuk mengutamakan keselamatan dalam perjalanan. KM 68 yang menjadi titik awal delay system juga berpotensi menjadi titik kelelahan bagi pengendara. 

Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk memanfaatkan waktu tunggu sebagai kesempatan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan.  

Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, PT Jasa Raharja, PT ASDP Indonesia Ferry, serta para pemangku kepentingan lainnya, diharapkan arus mudik Lebaran 2025 dapat berjalan dengan lebih aman, nyaman, dan lancar.
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update