Notification

×

Iklan

Iklan

Konflik Akses Bale Hinggil Memanas, Warga Minta Penyelesaian Segera

Kamis, 05 Desember 2024 | Desember 05, 2024 WIB Last Updated 2024-12-05T14:00:13Z


Kilas Java, Surabaya
– Konflik antara penghuni kawasan Bale Hinggil dan Badan Pengelola Lingkungan (BPL) kembali mencuat setelah janji BPL untuk tidak menutup akses dilanggar. Warga, yang tergabung dalam Bale Hinggil Communication (BHC), mendapati akses ke kawasan mereka masih tertutup, memicu ketegangan baru.

Dampak penutupan akses ini membuat warga mendatangi kantor BPL dan mengambil langkah simbolis untuk "menyandera" aktivitas badan tersebut. Kristianto, perwakilan BHC, menyebut aksi ini bertujuan mengawasi aktivitas BPL agar tidak semakin merugikan penghuni.

Namun, situasi memanas pada sore hari ketika enam orang tak dikenal memasuki kantor BPL melalui pintu darurat. Mereka membawa pergi Joko, perwakilan BPL, dan seorang karyawan wanita tanpa sepengetahuan warga.

"Kami menduga ini upaya menghindari dialog. Kami sudah melaporkan masalah ini ke Polsek setempat, tetapi tidak mendapat respons," ujar Kristianto.

Warga Bale Hinggil telah mengajukan laporan ke pemerintah dan meminta pertemuan dengan BPL serta pihak pengembang. Rapat dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang, namun warga pesimis akan kehadiran pihak terkait.

"Di pertemuan sebelumnya di DPRKPP Pemkot Surabaya, pihak BPL tidak hadir. Ini menunjukkan kurangnya itikad baik," tambah Kristianto.

Masalah bermula dari penutupan akses yang dilakukan BPL secara sepihak. Padahal, dalam surat bermaterai, BPL telah berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan tersebut. Penutupan ini dinilai melanggar hak penghuni dan menghambat aktivitas harian mereka.

Warga berharap pemerintah turun tangan untuk memediasi konflik ini dan memberikan solusi yang adil agar situasi kembali kondusif.


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update