KILAS JAVA, SURABAYA - Yayasan Khadijah Surabaya menggelar acara Doa dan Dzikir Kebangsaan Harlah ke-70 dan HUT ke-79 RI dengan mengundang tamu istimewa Al Syeikh Al Sayyid Afeefuddin Al Jailani dari Baghdad, Irak, Jumat (16/8/2024).
Kedatangannya disambut langsung oleh Ketua Pembina Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Khadijah Surabaya Dr Hj Khofifah Indar Parawansa, pengurus dan ratusan siswa.
Al Syeikh Al Sayyid Afeefuddin Al Jailani dalam kesempatan ini memberikan tauziah tentang keilmuan atau pendidikan.
"Dalam menuntut ilmu ada tiga hal penting, sekolah atau universitas, pelajar dan ustadz/ustadzah. Maka, tempat ini akan menjadi sangat berkah ketika digunakan untuk menerima ilmu dan menimba ilmu," ungkap Syeikh Afeefuddin.
Pelajar selain akan mendapat ilmu dunia dan akhirat, mereka juga diharapkan dapat menjadi pemersatu bangsa. Beliau mengamati ketika masuk ke halaman Yayasan Khodijah dan para guru serta siswa. Semua dimulai dari pendidikan di sekolah.
"Saya melihat dengan mata saya sendiri bahwa ada rasa cinta pada pengajar di sini dan ini menjadi pengikat," ujarnya.
"Dan ketika saya masuk ke yayasan ini saya melihat rasa cinta para pelajar kepada Khofifah sangat besar sekali hal ini menjadi bukti hubungan kuat terutama hubungan rohani yang menjadi kesuksesan," ungkapnya seraya mendoakan kesuksesan Khofifah demi kemaslahatan umat.
"Semoga Allah SWT semoga memberikan kebaikan dan berkahnya kepada pelajar semua yang ada di sini, berbakti kepada orang tua. Semoga Allah memberikan kebaikan kepada kita semua dan kesuksesan keberkahan di dunia dan akhirat," demikian doanya yang dipanjatkan khusus kepada para siswa.
Khofifah mengatakan, Yayasan Khadijah merupakan tempatnya menempa ilmu dan pembentukan karakter.
"Ini adalah sekolah di mana saya dibesarkan," ungkap Khofifah yang merupakan jebolan SMP dan SMA Khodijah tersebut.
Ada lima unit Yayasan Khodijah di Surabaya, ada enam panti asuhan yang berhasil dikembangkan dari generasi kepemimpinan pertama hingga masa kepemimpinan Khofifah.
"Alhamdulillah kami telah memimpin yayasan ini selama dua puluh tahun," tambahnya.
Kepada para siswa, Khofifah juga mengenalkan sebuah perpustakaan di Baghdad yang telah memberikan makanan kepada 800 orang miskin setiap harinya. Perpustakaan peninggalan Syekh Abdul Qadir Jailani.
Senada, Wakil Ketua Yayasan Khadijah Abdullah Sani mengungkapkan rasa syukur.
"Alhamdulillah Yayasan Khadijah ini sebagai wujud pesantren kota tentu harus selalu memperhatikan hal-hal terkait dengan apa yang ada," ungkapnya.
Branding sebagai lembaga pendidikan internasional telah menjadi visi kuat terutama dalam upaya menghadirkan para tokoh maupun ilmuwan kaliber dunia.
Sejak berdirinya Yayasan Khadijah, para tokoh internasional dari Mesir, Arab Saudi maupun negara lainnya selalu datang silih berganti.
Bahkan, kata Abdullah Sani, ketika Khofifah masih menjadi santri di yayasan itu. Maka, sejak kecil para siswa sudah dikenalkan dengan pemikiran para tokoh dunia agar mereka termotivasi sekaligus membina akhlakul karimah dan memberikan keberkahan.
"Harapan kita anak-anak yang belajar di Khadijah sukses dunia dan akhirat," ungkapnya.
Apalagi yang datang adalah para dzurriyah dari Syekh Abdul Qadir Jailani. Dimana sebelumnya cicit Sang Sulthanul Aulya itu, Syekh Fadhil Al Jailani juga pernah datang ke Sekolah Yayasan Khadijah. Dan hari ini Syeikh Al Sayyid Afeefuddin yang masih satu garis keturunan.
"Alhamdulillah karena Syeikh Al Sayyid Afeefuddin berpeluang ada di Surabaya, kita mohon melalui Ketua Pembina Ibu Khofifah, Alhamdulillah beliau berkenan hadir di Yayasan Khadijah tentu ini suatu barokah yang menurut saya luar biasa terutama wujud kecintaan anak-anak kepada ulama," ujar Abdullah Sani.
Diketahui, Syekh Abdul Qadir Jailani, Al Sayyid Al Syech Afeefuddin Al Jailani memiliki kantor di Al Jailani International di Kuala Lumpur Malaysia.
Cicit Syekh Abdul Qadir Jailani itu merupakan pemangku Lembaga Syekh Abdul Qadir Jailani di Baghdad yaitu Al Sayyid As Syekh Afeefuddin Al Jailani.
Sebagaimana diketahui Syekh Abdul Qadir Jailani adalah ulama fiqih, seorang sufi dan juga ahli aqidah yang namanya masyhur dan tidak diragukan lagi kewaliannya.
Beliau juga pendiri tarekat Al Qadiriyah yang banyak diikuti di Indonesia dan di berbagai belahan dunia. Beliau dikenal sebagai rajanya para wali dan Al-Imam Al-Quthubul Aqthab atau pemimpin dan penguasa seluruh wali di alam semesta. (Nayla).